Kamis, 10 Oktober 2013

Ketidakadilan Hukum Di Mata Kita

Kasus Permasalahan

Beberapa tahun ini, kasus korupsi serta penyelewengan uang Negara semakin memuncak dan membeludak. Anehnya, mereka(para koruptor dan penyelewengan uang negara) berbuat sesuka hati mereka tanpa melihat rakyat jelata dibawahnya yang notabenenya dalam keadaan kekurangan dan tertindas .Mereka terbelenggu dan terjerat dalam ketamakannya, dan membanggakan kekuasaannya serta memikirkan keegoisannya semata. Pada dasarnya mereka mempunyai hak yang lebih,mereka digaji oleh pemerintah dengan gaji yang tinggi, bahkan bisa dibilang fantastic.Lantas apa yang menjadi penyebab mereka melakukan korupsi ?

Padahal, diluar sana banyak rakyat yang mengeluh kekurangan dan meminta pertanggungjawaban atas hak-hak mereka yang telah menjadi santapan bagi tikus-tikus yang berdasi (koruptor).

Pembahasan Masalah (Sebab - Akibat)

Akhir-akhir ini, banyak terjadi kejanggalan tentang perbedaan hukuman bagi para koruptor dan bagi masyarakat jelata yang melakukan pencurian, judi, dan lain sebagainya yang secara kasap mata tidak sekejam para koruptor. Misalnya, yaitu kasus pencurian kayu bakar, pencurian setundun pisang, dan lain-lainnya, mereka dijatuhkan hukuman yang berat, tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Contoh lain adalah judi, orang-orang yang melakukan judi diganjar hukuman 10 tahun penjara, padahal mereka menggunakan uangnya sendiri, tidak sedikitpun menggunakan uang Negara, lantas mengapa para pelaku korupsi (koruptor) tidak dijatuhkan hukuman yang berat? Bahkan mereka bebas berkeliaran di luar sana, tanpa rasa malu dan bersalah. Mungkin itu semua bisa terjadi karena adanya politik, manipulasi antara pihak kepolisian dan para koruptor. Pihak kepolisian gampang menerima sogokan, para koruptor membeli keringanan hukuman baginya, dan pihak kepolisian menjualnya.

Tetapi, masyarakat kali ini tidak mau terus-terusan tertindas dan dibodohi oleh para koruptor, masyarakat turun tangan melakukan demonstrasi dengan mengusulkan serta meminta hukuman mati bagi para koruptor .Masyarakat berharap para aparat hukum dan kepolisian mau menerima usulan mereka. Karena selama ini hukuman yang dijatuhkan kepada para koruptor tidak sebanding dengan apa yang diperbuatnya, dan hukuman tersebut tidak memberikan efek jerah bagi para koruptor, bahkan mereka semakin terang-terangan melakukan korupsi.

Kesimpulan

Koruptor selama ini telah menyusahkan serta membuat kegaduhan di Negara kita. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya perasaan, dengan gampangnya mereka memonopolitikkan uang Negara, merampas apa-apa yang seharusnya menjadi hak rakyat jelata, merebut kebahagiaan dan ketentraman masyarakat. Disini, presiden RI nampaknya tidak berhasil mengemban dan mengatur anak-anak buahnya, yang sebagaian besar terjerat kasus korupsi. Mungkin perlu diberlakukan hukuman seumur hidup atau hukuman mati kepada para koruptor agar mereka semua sadar bahwa selama ini mereka semua sudah menyengsarakan warga Indonesia.

Hikmah Dari Tidak Adanya Kasus Korupsi

  • Masyarakat bisa hidup tenang, damai dan sejahtera tanpa adanya tikus-tikus berdasi (para koruptor).
  • Roda pemerintahan akan berjalan dengan baik.
  • Berkurangnya demonstrasi di Negara kita.
  • Kondisi ekonomi (keuangan negara) stabil.
  • Terpenuhinya hak-hak masyarakat jelata yang selama ini dirampas oleh para koruptor.
  • Tertata serta terciptanya roda kehidupan dalam pemerintahan yang baik dan bersih.

Tidak ada komentar: