Kamis, 03 Oktober 2013

Rusaknya Moral Bangsa Indonesia yang Disebabkan oleh Kenakalan Remaja (Hamil Di Luar Nikah)

1. Latar Belakang Masalah

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya,sehingga mereka dengan tekad mencari kebebasan di luar lingkungannya masing-masing, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri. Namun pada kenyataanya orang cenderung langsung menyalahkan, menghakimi, bahkan menghukum pelaku kenakalan remaja tanpa mencari penyebab, latar belakang dari perilakunya tersebut. Disini saya akan mengangkat sebuah kasus tentang free sex dengan topik “Hamil Di Luar Nikah“. Kasus ini saya angkat karena termasuk bentuk penyimpangan yang dapat menghancurkan moral bangsa kita, yaitu bangsa Indonesia.

2. Kasus Tentang "Hamil Di Luar Nikah"

Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Ironisnya, kenakalan remaja khususnya kasus tentang “ Hamil di Luar Nikah “ kini bukanlah hal yang saru,bahkan hal ini sudah menjadi suatu hal yang wajar bagi para remaja perempuan. Para pakar baik pakar hukum, psikolog, pakar agama dan lain sebagainya selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus, sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin meluas. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus globalisasi dan teknologi yang semakin berkembang, arus informasi yang semakin mudah diakses serta gaya hidup modernisasi, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, di sisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas di berbagai lapisan masyarakat. Dalam artikel kali ini lebih banyak membahas serta mengupas sebuah kasus free sex dengan topik “ Hamil di Luar Nikah “ 

Kondisi remaja di Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut : 
  1. Pernikahan pada usia remaja.
  2. Sex pra nikah dan Kehamilan yang tidak diinginkan.
  3. Jumlah Aborsi semakin tahun semakin meningkat.
Data di atas cukup mencengangkan, bagaimana mungkin anak remaja, terutama remaja perempuan yang masih muda, polos, energik, potensial yang menjadi harapan orang tua, masyarakat dan bangsanya dapat terjerumus dalam dunia nafsu liar (free sex). Na’udzubillah, sungguh sangat disayangkan hal itu bisa terjadi pada diri kita,khususnya pada diri remaja perempuan,yang pastinya dapat merusak dan menghancurkan nama baik bangsa. Tanpa disadari diluar sana mereka sedang terperangkap oleh seks bebas, bahkan jalan pintas yang diambil setelah mereka berbadan dua adalah aborsi. Diprediksikan kenakalan remaja perempuan tentang free sex tersebut akan terus bertambah, terutama permasalahan Hamil di Luar Nikah yang saat ini menjadi hal yang biasa.

3. Pembahasan Masalah (Sebab - Akibat)

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal free sex, bahkan rata-rata diantaranya sudah pernah mencoba dan melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami istri. Mereka tidak menyadari akan dampak setelah melakukan hal yang tidak senonoh tersebut, karena pada saat itu mereka hanya mementingkan kenikmatan sesaat dan memuaskan hawa nafsunya saja. Fakta ini sudah tidak dapat diungkiri lagi. Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor-faktor sebagai berikut: 
  • Kurangnya kasih sayang dari orang tua serta orang-orang terdekat. 
  • Kurangnya pengawasan dari orang tua.
  • Pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
  • Peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
  • Tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
  • Dasar-dasar agama yang kurang.
  • Masalah yang dipendam.
  • Kebebasan dari orang tua yang berlebihan.
  • Penyalahgunaan alat komunikasi 
Adapun dampak sosial dari kenakalan remaja,yaitu antara lain : 
  • Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh masyarakat di lingkungannya.
  • Merepotkan, mencoreng nama baik keluarga dan menjadi beban fikiran keluarga.
  • Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram. Menjadikan moral bangsa menjadi rendah.

4. Kesimpulan

Kenakalan Remaja adalah hal yang sering menjadi bahan pembincangan dan menjadi sorotan bagi masyarakat. Namun, ada sebuah faktor yang menjadikan kasus kenakalan remaja saat ini menjadi hal yang biasa, bahkan menjadi santapan sehari-hari pada masa sekarang. Contohnya pada masalah yang saya angkat kali ini, yaitu tentang “Hamil di Luar Nikah“. Remaja pada saat ini khususnya remaja perempuan, tidak malu-malu dan tidak enggan memperlihatkan bentuk lekukan tubuhnya, dan sesuatu yang dimilikinya kepada seorang laki-laki, tanpa mereka sadari itu bisa membangkitkan hawa nafsu dari seorang laki-laki yang melihatnya.

Mungkin sebagian dari remaja perempuan tersebut menginginkan secerca pujian dari seorang laki-laki tanpa memikirkan dampak di kemudian hari. Alasan lain yang dikemukakan oleh para remaja, khususnya remaja perempuan adalah, awalnya mereka hanya penasaran tentang dunia sex, kemudian mereka mencari alternatif untuk menuruti hawa nafsu sesaatnya saja, setelah mereka (remaja perempuan) berbadan dua, mereka baru menyadari dan menyesali apa yang telah dilakukannya, mayoritas mereka melakukan hubungan sex dengan kekasihnya sendiri,bahkan ada juga remaja perempuan yang menanggapi hal tersebut dengan santai, biasa-biasa saja, dan tanpa merasa bersalah bahkan tak merasa berdosa, mereka tega menggugurkan kandungannya, janin yang tidak berdosa, janin yang masih suci, yang menjadi imbas dari kelakuan bejat orang tuanya. Sungguh malang nasib janin yang menjadi korban kelakuan bejat orang tuanya, dia tidak pernah diinginkan untuk hadir di dunia ini.

5. Hikmah Adanya Kasus Tentang "Hamil Di Luar Nikah"

  • Para remaja lebih berhati-hati dalam bergaul, terutama kepada orang yang belum dikenal.
  • Cermat dalam berteman dan selektif dalam memilih teman bergaul yang baik.
  • Bisa menjadikan referensi dan pelajaran bagi para remaja untuk masa depannya.
  • Dapat menjadi acuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt serta meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt.
  • Memberikan gambaran dan wawasan agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan “free sex“ yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Menyadarkan para remaja agar mereka tidak mudah tergoda oleh hawa nafsu, tidak akan berbuat keji, serta menghindari dari dua hai tersebut, yaitu (berzina dan melakukan aborsi).

6. Rekomendasi

Pemerintah maupun instansi terkait diharapkan melakukan upaya pencegahan, penyuluhan, maupun penanggulangan terhadap kasus free sex dengan cara sosialisasi dan lainnya. Karena semakin banyak saja remaja yang terjerat dalam jurang free sex. Tapi pada dasarnya,upaya pencegahan harusnya dimulai dari diri remaja itu sendiri. Para remaja perempuan perlu membentengi segala bentuk pengaruh dari laur dengan kefahaman agama yang kuat, moral yang baik, dan sebagai penerus bangsa hendaknya seorang remaja dapat berpikir positif dan harus pandai dalam bergaul dan memilih teman dekat yang baik agar tidak terpengaruh oleh pergaulan yang semakin rusak.


Dalam upaya penanggulangan ini diperlukan peran aktif dari orang tua, guru, masyarakat, serta orang-orang di sekitar tempat tinggal remaja tersebut. Peran orang tua dalam pembinaan remaja sangatlah penting karena pendidikan moral, agama, dan pengetahuan berawal dari keluarga. Keluarga yang telah memenuhi kebutuhan materi bagi anggotanya tetapi kurang memenuhi kebutuhan psikologis seperti perhatian dan kasih sayang, yang akan menyebabkan remaja merasa jenuh dan merasa kehilangan orang yang dianggap menjadi tempat mengadukan perasaannya seperti kecewa, stress, dll. Sehinggga remaja mencari perhatian dan kebutuhan psikologis dari temannya dan dari luar, yang justru akan membawa banyak pengaruh negatif bagi dirinya sendiri. Agar dalam bergaul dengan temannya, seorang remaja tidak terpengaruh hal-hal negatif dalam pergaulan, maka adanya kontrol dari orang tua. Hal itu sangatlah penting walaupun orang tuanya sibuk dalam urusan kariernya.

Tidak ada komentar: